Selasa, 24 September 2013

untukMu lama tak berpuisi

UntukMu lama tak berpuisi

UntukMu lama tak berpuisi
kalimat manis personifikasi,
pujaan bangga metafora,
luapan rasa hiperbola dengan rangkaian kata-kata indah saja
tak lebih indah dari apa yang diluangkan segenap pikiran ketika,
aku memikirkanMu,
Dan kata-kata menjadi tak bermakna!

UntukMu lama tak berpuisi
aku terdampar dan Kau tinggi.tak terbandingi.
Pelacur itu telah berhasil membujuku
meminum racun dari cangkir para hipokrit
ku lumat hingga kerongkonganku basah
bernanah dan bau luka menganga.
Menjijikan.

UntukMu lama tak berpuisi
Genderang perang masih ditabuh
Arena pertarungan masih lapang dengan aneka bendera dan umbul-umbul
Setiap prajurit memegangi tameng dan tombak.berkuda dan berjalan.
seorang setan terbujur darah berlumur:
“ketaatan prajurit itu mampu menusuk ulu hatiku”


UntukMu lama tak berpuisi
Aku, masih memegangi tombak dan bendera putih
Dengan tiga makhluk tuhan.
kutinggalkan arena sebagai yang kalah
Menyerah atau menang sedang musuhku bersembunyi?
Dia ada tanpa jasad: bisikan.

UntukMu lama tak berpuisi
Pujian semesta atasMu.
aku telah hampir luluh oleh kidung-kidung musuhMu
terjerembab sekali lagi kedalam nada-nadanya yang menyesatkan
tangisku hanya untuk malu
semuanya hanya sebatas seketika saat ku kembali pulang
dijemput dua utusan dengan sesinggung tawa kecil yang ramah..

UntukMu lama tak berpuisi
Aku meyakini bahwa cinta laksana
air,sebagai penghantar universal,
lubrikasi transisi membawaku ke alam
takterbatasan imaji.membasuh luka.
membangkitkan kerinduan dan harapan..
dan aku yakin sekalipun cinta menjadi bias dalam kungkungan ambiguitas,
ia kekal terkubur bersama pusara keabadiannya yang nyata.

Hakiki,
Rinduku,
Mencintaku,
untukMu, dan tak terbagi..


                                    this poem was written by someone